Review Buku: Tafsir Al-Quran di Medsos, Prof. H. Nadirsyah Hosen, PhD

Review Buku

Judul: Tafsir Al-Quran di Medsos
Penulis: Prof. H. Nadirsyah Hosen, PhD.
Penerbit: Bunyan (Bentang Pustaka) Jogjakarta
Tahun terbit: Cetakan ketiga, Februari 2018
Tebal: 278 halaman
Genre: Nonfiksi, Agama Islam


Generasi milenal, begitu kita menyebut generasi terkini yang tak bisa dipisahkan dari salah satu teknologi canggih bernama gadged

Teknologi satu ini memungkinkan generasi mileneal berselancar menjelajah dunia dan mencari informasi hanya dengan sekali klik. Keberadaan berbagai aplikasi media sosial melengkapi segala kemudahan itu.

Banyak orang menggunakan media sosial (medsos) dan internet untuk belajar agama. Bila dulu orang berangkat ke majelis-majelis taklim untuk belajar, kini hanya dengan sekali klik seseorang bisa menimba ilmu agama dari mana saja sambil melakukan apa saja, sambil bekerja atau sedang dalam perjalanan misalnya. 

Ya saat ini adalah era medsos. Beberapa aplikasi seperti Facebook, Twitter, Whatsapp bisa digunakan sebagai cara baru untuk berdakwah. 

Namun, kemudahan ini bukanlah tanpa disertai efek negatif. Umat tak lagi bisa membedakan mana yang ustadz dengan keilmuan mumpuni dengan ustad "karbitan", dengan kata lain Medsos memunculkan banyak ustadz-ustadz "dadakan".

Akibatnya, medsos banyak dipakai untuk menyebarkan kajian keislaman yang kurang ramah, isinya marah-marah aja. Parahnya lagi, tidak jelas mana yang sebenar-benar kajian atau hanya hoaks semata. 

Disinilah perlunya kita tetap memilah-milah. Walau "hanya" belajar melalui medsos (maaf kata "hanya" memang sengaja saya beri tanda kutip karena sejatinya belajar itu bisa darimana saja dan melalui media apa saja) terutama belajar ilmu-ilmu agama, kita tetap harus selalu melakukan filter.

Nah, Profesor Nadirsyah Hosen ini adalah salah satu dari sedikit orang alim yang mau "turun gunung" untuk aktif menulis di medsos. Dengan bekal keilmuan yang mumpuni, tulisan beliau mampu menjawab berbagai pertanyaan pengguna medsos dan menjadi referensi yang dapat dipercaya. Apalagi bahasanya yang ringan membuat kajian beliau yang semuanya ilmiah itu, menjadi mudah dipahami. 

Seperti buku berjudul Tafsir Al-Quran di Medsos ini, adalah kumpulan esay tentang tafsir ayat-ayat dalam Al-Quran (tematik) yang telah beliau tulis di beberapa akun medsosnya. Terdiri dari enam bagian yang masing-masing bagian membahas tema berbeda. Bahkan di sini beliau juga membahas tafsir Surat Al-Maidah 51 yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

Mengenai penafsiran kitab suci di medsos, Profesor Quraish Shihab dalam sambutannya dalam buku ini mengatakan bahwa upaya membahas Al-Quran lewat medsos patut diapresiasi, apapun konteks pembahasannya, dipandang dari sisi manapun ayat Al-Quran akan tetap memancarkan cahaya Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Well, buku ini walau yang dibahas cukup berat karena terkait langsung dengan kitab suci, tapi renyah sekali untuk dibaca, cocok dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. 

Desain kovernya eye catching dengan jumlah halaman tidak terlalu tebal sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk menamatkannya. Harga juga aman di kantong. Saya beli di Toga Mas Soehat Malang dengan harga kurang dari IDR 50 K. Sebuah harga yang sangat murah dibanding ilmu yang saya peroleh. 

Sekilas Tentang penulis

Nadirsyah Hosen adalah putra bungsu dari Prof. Ibrahim Hosen, seorang ulama besar ahli fikih dan fatwa sekaligus pendiri dan rektor pertama PTIQ Jakarta. Nadirsyah menempuh pendidikan dalam dua bidang yang berbeda yaitu Ilmu Syari'ah dan Ilmu Hukum sejak S1, S2 dan S3. 

Dari abahnya tersebut, Nadirsyah mendapat sanad keilmuan melalui Pesantren Buntet Cirebon. Pernah berguru pada beberapa ulama besar seperti KH. Makki Rifa'i dan KH. Ali Musthafa Ya'qub yang dari beliau berdua sanad keilmuan Nadirsyah menyambung pada  KH. Hasyim Asyari, karena kedua guru tersebut adalah murid sang hadratussyeh. 

Dengan latar belakang pendidikan yang demikian, menjadikan Nadirsyah dalam posisi yang unik. Kajian klasik modern, timur barat, hukum islam-hukum umum dikuasainya dengan baik. Kini beliau menjabat sebagai guru besar di Monash Law School Australia yang merupakan salah satu universitas hukum terbaik di dunia. Selain itu, Nadirsyah kini menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama di Australia dan New Zealand.


Selamat membaca 

Malang, 28 Juli 2018
Sampulnya sampai terlipat, saking semangatnya membaca, buku ini ikut terbawa ke tempat tidur. Apakah dijadikan bantal? Hahaha Hanya Allah yang tahu







Comments

  1. Cakep reviewnya.
    Jadi penasaran aku.
    Nggak dikirim ke media, Mbak?

    ReplyDelete
  2. Iya ni makanya agak kurang percaya kalo bukan nama2 besar yg tafsir Quran di medsos

    ReplyDelete
  3. Iya setuju sama Isti, kirim ke media mbak

    ReplyDelete
  4. Wah, jadi ngiler pengen bukunya😋

    ReplyDelete
  5. Menarik nih bukunya

    Setidaknya menggerakkan dakwah sekaligus aktivitas membaca untuk para remaja yang hanya kenal medsos.

    Jadi kangen, udah lama banget saya enggak baca buku bahasa Indonesia. :(

    ReplyDelete
  6. Bukunya keren, liat dr sampulnya bisa mengubah persfektif orang kalo tafsir itu bisa dipelajari dg bahasan yg kekininan dan gak melulu dg kitab tebel berjilid jilid.. jadi liatnya aja sudah muncul keinginan untuk enggan membaca kecuali kalo emang tugas.. hehehe kok malah curhat

    ReplyDelete
  7. Bukunya menarik nih, kalau g ada kuota ya susah mau akses medsos. tetap nyaman bawa buku bisa dibaca dimana saja

    ReplyDelete
  8. Menarik judul bukunya kupikir awalnya ini bukan judul buku.

    ReplyDelete
  9. Menarik nih sepertinya... aku sukaaa....

    ReplyDelete
  10. bisa dikirim ke media mb... ditambah sedikit lagi tulisannya.. biar agak panjang heheh

    ReplyDelete

Post a Comment