Mengenal Lima Alam Yang Dilalui Manusia

|Mengenal Lima Alam Yang Dilalui Manusia|


Salam Pembaca Yang Budiman, ada lima alam yang akan dilalui manusia. Secara singkat, saya akan tulis di sini, disarikan dari berbagai referensi. Semoga bisa menjadi pengingat. 

1. Alam Ruh

Alam di mana Allah menciptakan dan menyimpan seluruh ruh manusia. Menurut para ulama, di mana tempatnya alam ruh ini hanya Allah saja yang tahu. Semua ruh ini, menunggu giliran untuk dihadirkan ke dunia sesuai takdir Allah. 

Di Alam ini, semua ruh tanpa terkecuali, bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam. Hal ini telah dijelaskan dalam hadist Nabi SAW, seperti kami kutip di bawah ini: 

Dari Ubay bin Ka’ab ia mengatakan, “Mereka (ruh tersebut) dikumpulkan, lalu dijadikan berpasang-pasangan, baru kemudian mereka dibentuk. Setelah itu mereka pun diajak berbicara, lalu diambil dari mereka janji dan kesaksian, “Bukankah Aku Tuhanmu?”, mereka menjawab “Benar”. Sesungguhnya Aku akan mempersaksikan langit tujuh tingkat dan bumi tujuh tingkat untuk menjadi saksi terhadap kalian, serta menjadikan nenek moyang kalian Adam sebagai saksi, agar kalian tidak mengatakan pada hari kiamat kelak, “Kami tidak pernah berjanji mengenai hal itu”.

Ketahuilah bahwasanya tiada Tuhan selain Aku semata, tidak ada Rabb selain diriKu, dan janganlah sekali-kali kalian mempersekutukanKu. Sesungguhnya Aku akan mengutus kepada kalian para RasulKu yang akan mengingatkan kalian perjanjianKU itu. Selain itu Aku juga akan menurunkan kitab-kitabKu”. Maka merekapun berkata, “Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan kami, tidak ada Tuhan bagi kami selain hanya Engkau semata”.

Dengan demikian mereka telah mengakui hal tersebut. Kemudian Adam diangkat dihadapan mereka dan ia (Adam) pun melihat kepada mereka, lalu ia melihat orang yang kaya dan orang yang miskin, ada yang bagus dan ada juga yang sebaliknya. Lalu Adam berkata, “Ya Tuhanku, seandainya Engkau menyamakan di antara hamba-hambaMu itu”. Allah menjawab, “Sesungguhnya Aku sangat suka untuk Aku disyukuri”. Dan Adam melihat para nabi di antara mereka seperti pelita yang memancarkan cahaya pada mereka”. (HR. Ahmad)

2. Alam Rahim

Alam rahim adalah sebuah alam yang terjadi di sebuah organ tubuh ibu, tempat terbentuknya anak manusia sesuai dengan izin Allah, sebelum dihadirkan ke dunia. Nama organ tersebut sangat mulia, seperti salah satu nama Allah yang agung, rahim, karena siapa pun perempuan atau ibu yang sedang mengandung, akan sangat belas kasih, sayang, ngopeni pada janin yang sedang bertumbuh di rahimnya itu. 

Di alam inilah, Allah meniupkan ruh ketika pada usia kehamilan 4 bulan atau seratus dua puluh hari. Bersamaan dengan itu, juga ditetapkan 4 (empat) perkara, yaitu: ajal, rejeki, amal, kecelakaan atau kebahagiaannya. Hal ini terdapat dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani (nuthfah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah (‘alaqah) selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging (mudhgah) selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari).

Selain ditiupkannya ruh, kejadian yang amat penting lainnya di alam rahim, sebelum kelak manusia benar-benar dilahirkan, adalah pengambilan sumpah (lagi) terhadap ruh bahwa ruh bersaksi tiada tuhan selain Allah. 

Kini, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, kejadian di alam rahim bisa diintip oleh dokter. Pada usia kandungan 4 bulan, sudah bisa dideteksi detak jantung janin, pertanda ada kehidupan sekaligus bahwa ruh telah ditiupkan.

Namun tentunya, iptek hanya tahu sebatas tahapan pertumbuhan janin dari bulan ke bulan saja (secara fisik), sedangkan kejadian peniupan ruh, pengambilan sumpah beserta penetapan 4 perkara tersebut di atas, tidak ada seorang pun yang tahu. 

Ohya, terkait peniupan ruh beserta penetapan 4 perkaranya, tahu tidak kalau ada tradisi neloni di Nusantara? Neloni adalah sebuah acara tiga bulan-an (jelang 4 bulan kehamilan) yang berisi pengajian dan sedekah yang tujuannya mendoakan jabang bayi agar Allah anugerahkan takdir terbaik dari sisiNya. Mengenai perihal tradisi neloni akan ditulis di postingan tersendiri. Inshaallah.

3. Alam Dunia

Setelah janin tumbuh sempurna, maka tiba waktunya lahir ke dunia sebagai manusia merdeka dengan hak dan kewajiban yang melekat padanya.

Alam dunia adalah tempat yang kita tempati sekarang. Alam di mana manusia menanam amal kebaikan yang kelak akan dipanen di alam akhirat. Menurut para ulama, sebenarnya panen itu sudah bisa dirasakan ketika masih di dunia. 

Contoh: kalau rajin belajar akan pandai, kalau rajin bekerja akan mendapat uang, kalau suka olah raga, badan sehat dan bagus, begitu seterusnya.

Benar kan, ya? Coba diam-diam bae, ndak nanam apa-apa, apa akan mendapat panen? 

Kaidah alam dunia adalah: "Apa yang kau tanam, itu yang kau tuai."

4. Alam Barzah

Semua yang bernyawa dan melewati tahapan alam dunia, pasti mati. Sedangkan pengertian mati adalah lepasnya ruh dari jazad.

Ketika ruh telah lepas dari jazad, ia akan berpindah ke sebuah alam yang bernama alam kubur atau alam barzah / penantian.

Kenapa alam kubur disebut penantian? menurut ulama, alam kubur belum akhirat. Sederhananya, alam kubur adalah transisi dari alam dunia ke akhirat.

Semua manusia di dunia, sejak zaman Nabi Adam sampai akhir zaman, ketika meninggal akan berada di alam ini sampai kelak tiba hari kiamat.

Di alam barzah, ada siksa kubur. Konon orang saleh akan menjalani masa penantian di alam barzah seperti orang tidur dan akan terbangun oleh bunyi tiupan terompet sangkakala. Sedangkan orang musyrik, di alam barzah akan mengalami siksa kubur, selain siksa neraka kelak di alam akhirat nanti.

Mayoritas ulama mengatakan, antara alam dunia dan barzah dibatasi oleh sebuah membran tembus pandang yang mana para ahli kubur bisa melihat ke alam dunia, tapi manusia yang masih hidup tidak bisa melihat ke alam barzah.

Karena alam barzah belum atau bukan alam akhirat, maka segala kiriman doa, tahlil, istighosah dan sedekah untuk ahli kubur akan sampai pada ahli kubur, Inshaallah. Apalagi jika yang mengirim adalah anak-anaknya.

5. Alam Akhirat

Kelak, hari akhir atau hari kiamat, dimulai dari hancurnya alam semesta. Pada tiupan pertama sangkakala, semua makhluk yang masih hidup, mati. Setelah itu alam raya akan sunyi sampai beberapa lamanya (hanya Allah yang Maha Tahu).  Lalu akan terdengar tiupan kedua, yang mana saat itu semua manusia dari zaman Nabi Adam sampai yang terkahir akan dibangkitkan pada sebuah hari yang disebut kebangkitan.

Kemudian, semua manusia akan menuju padang masyhar untuk dihisab/dihitung segala amalnya. Hari yang demikian itu disebut juga dengan yaumul hisab. Setelah itu, semua manusia akan diberi raport masing-masing yang mana dari laporan itu akan diketahui apakah akan menuju surga atau neraka. 

Demikianlah 5 (lima) alam yang dilalui manusia. Wallahua'lam bis showab. Mohon koreksi bila ada kesalahan.

Akhirul kalam, semoga kita dijadikan manusia yang sukses, selamat, bahagia dan beruntung di dunia dan akhirat. Aamien. 

Terima kasih telah membaca.


Ditulis di Malang pada Februari 2022


Comments