Ramadhan Bukan Berarti Puasa Menulis, Menyoal Efektifitas Menulis Selama Ramadhan.

 
Foto diambil dari Google

  

Ramadhan tiba ... Ramadhan tiba ... Ramadhan tiba
Marhaban ya Ramadhan ... Marhaban ya Ramadhan ...


Selamat datang tamu agung

      Membahananya lagu berjudul Ramadhan Tiba milik Opick ini di stasiun-stasiun TV, radio-radio dan pusat-pusat keramaian bahkan sejak beberapa hari sebelum bulan mulia ini tiba, merupakan bukti nyata bahwa umat islam larut dalam suasana gembira menyambut kedatangan Ramadhan. Semesta bersukacita menyambut Ramadhan, begitu tepatnya.

     Terang saja Ramadhan selalu dinanti-nanti. Sang Pemilik waktu telah menyediakan aneka bonus yang siap dikucurkan bagi hambanya yang mengoptimalkan waktu Ramadhan untuk beramal sholeh. Bayangkan, setiap amal sholeh akan dilipatgandakan hingga 1000 kali, sekecil apapun. Belum lagi event malam likuran yang berhadiah pahala bagai beribadah seribu bulan. Apa bukan gemerojok pahala namanya. Sangat mantap jiwa.

      Ibadah. Mendengar kata yang satu ini, mungkin sebagian kita langsung membayangkan kegiatan sholat, tarawih, tadarrus, puasa, zakat, sedekah dan haji. Ini tidak salah. Namun kalau kita menelisik sedikit lebih dalam ayat yang berbunyi "Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"  maka akan timbul pemahaman bahwa apapun yang kita lakukan harus diniatkan untuk ibadah, termasuk kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, belajar, menikah, bekerja mencari nafkah, mengantar putra-putri sekolah dan seterusnya. Ya, ibadah itu luas, tidak sebatas ritual saja. Selama kegiatan yang kita lakukan adalah dalam kebaikan, diawali dengan Basmalah, dicintai dan tidak dibenci Allah serta rasulnya maka termasuk ibadah.


Menulis adalah ibadah

     Salah satu ibadah yang paling disukai di bulan yang penuh berkah ini adalah sedekah. Sedekah di bulan Ramadhan lebih utama daripada waktu-waktu lainnya. Ini bukan berarti bahwa tidak perlu bersedekah di bulan lainnya, namun bulan Ramadhan adalah lebih utama. Baginda Nabi SAW sendiri adalah orang yang paling dermawan dan beliau menjadi lebih dermawan pada bulan ramadhan. Sedekah sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan, bagai oase di padang sahara.

     Sedekah secara istilah, yang asal katanya berasal dari kata shidqoh yang berarti benar, adalah derma atau donasi. Ditafsirkan oleh para ulama bahwa mereka yang suka bersedekah adalah orang-orang yang benar pengakuan keimanannya, karena berbagi sebagian dari rejeki yang dimiliki kepada orang lain itu perlu tekad kuat untuk mengalahkan sifat kikir yang menjadi salah satu sifat dasar manusia. Bentuk sedekah pun bisa berupa apa saja, tidak harus berwujud uang atau harta, bisa berupa jasa, tenaga, pikiran, ucapan, ilmu, bahkan senyuman pun termasuk sedekah. Intinya sedekah berupa materi atau non materi adalah sama baiknya. Maka menulis adalah ibadah.


Lalu bagaimana kaitan antara efektivitas menulis dengan Ramadhan?

     Seperti yang telah dijalani oleh para pendahulu, penulis meyakini bahwa menulis adalah salah satu bentuk sedekah, bahkan sangat berpotensi "naik kelas" menjadi sedekah jariyah. Menulis adalah kegiatan keilmuan yang meliputi dua aspek sekaligus yaitu belajar dan berbagi yang mana kedua-duanya bernilai ibadah. Hemat penulis, sebagai seseorang yang bercita-cita writer wannabe, seharusnya Ramadhan dengan segala kemuliaannya, menjadi stimulus kuat supaya lebih produktif lagi dalam menulis dan menginspirasi. Allah pun, Sang Pemilik waktu, memilih Ramadhan mulia dalam menurunkan kitab Al-Qur'an kepada Baginda SAW. Kitab suci yang telah dibaca milyaran orang sejak diturunkannya dan akan terus dibaca sampai akhir zaman kelak.

     Keadaan berpuasa bukan alasan untuk tidak menulis. Apalagi di zaman yang serba digital dimana media menulis sudah semakin mudah, blog, FB, Wattpad dan lainnya. Bahkan bagi sebagian ulama terdahulu dalam proses penulisan kitab-kitab yang terus dibaca sampai kini, tak jarang mereka menyertainya dengan berpuasa atau tirakat supaya apa yang telah ditulis bisa bermanfaat. Padahal ketersediaan media menulis saat itu sangatlah minim.


Wallahua'lam

Malang, 9 Ramadhan 1438 H/ 4 Juni 2017


#SelfReminder


Lirik lagu Ramadhan Tiba, Opick
    

Ramadhan tiba 3X
Marhaban Ya Ramadhan 4X

Ramadhan tiba semua bahagia
Tua dan muda bersuka cita
Bulan ampunan bulan yang berkah
Bulan terbebas api neraka

Andaikan saja Ramadhan semua
Bulan yang tiba bulan yang ada
Karena besarnya setiap pahala
yang di janjikan kepada kita

Marhaban Ya Ramadhan 4X

Dalam bersahur ada pahala
Dalam berbuka alangkah indah
Menahan diri menahan lidah
Menjaga hati menjaga mata

Banyakkan amal hari-harinya pahala
Datang berlipat ganda
Berlomba-lomba untuk ibadah
Dunia bahagia surga nanti gantinya

Ramadhan tiba 3X
Ramadhan tiba 3X

Dan semoga setiap jiwa
Diberikan ampunan-Nya
Dan semoga hapus semua
Kesalahan setiap jiwa

Marhaban Ya Ramadhan 4X
Marhaban Ya Ramadhan 4X
Marhaban Ya Ramadhan 4X
Marhaban Ya Ramadhan 4X

Comments

Post a Comment