Review Buku Acatalepsy, Nonny Ranggana





Judul: Acatalepsy
Penulis: Nonny Ranggana
Editor: Edelweis Sofie
Penata Letak: Enda Mrd
Penyunting: Evin Tobing 
Tahun terbit: November 2019
Penerbit: Binsar Hiras Bogor
Tebal: 245 halaman
Jenis: Fiksi, Kumpulan Cerita Pendek 

Nonny Ranggana adalah salah satu emak penulis yang tulisannya sering saya kepoin di FB-nya. Suka banget bacanya, mengalir, bahasa ringan dan kadang ada kejutan-kejutan yang tidak kita bayangkan di ending-nya.

Maka, saya antusias ketika ia menerbitkan buku berisi kumpulan cerpen berjudul Acatalepsy ini. Saya memesannya dan sangat penasaran dengan isinya. Dan benar, ketika buku itu tiba, saya langsung larut dalam 26 cerpen pilihan Mak Nonny.

Yang paling bikin brabak (Jawa: mata berkaca-kaca) adalah Namaku Che. Cerpen ini mengisahkan tentang seorang anak gadis yang maaf, dengan down sydrome. Mak Nonny pintar sekali mengolah kata dalam menggambarkan bagaimana perasaan seorang anak DS. Ini membuat kita menjadi tahu lalu kemudian tumbuh empati dan kasih sayang pada anak DS yang kita temui. 

Lalu ada yang judulnya Bohong Putih. Cerpen ini tentang berbakti kepada orang tua. Masyaallah, sosok ibu dalam cerpen ini membuat saya teringat pada Ibu saya. Beliau yang tak ingin merepotkan anak, yang selalu mendoakan anak-anaknya. Ida, tokoh dalam ini, melakukan kebohongan untuk membahagiakan ibunya itu. Bohong memang tidak boleh, tapi di cerpen ini saya menjadi maklum dengan kebohongan yang dilakukan Ida.

Kemudian ada cerpen Orang Ketiga. Awalnya saya mengira orang ketiga penyebab rusaknya hubungan Dinar dan Raka adalah yang biasa disebut pelakor. Tapi ternyata tidak, bukan sejenis pelakor atau pebinor penyebabnya. Siapa? Penasaran, ya. Ahh baca sendiri aja bukunya. Bisa langsung pesan di penulisnya yang cantik. 

Saya rasa, dua puluh enam cerpen di Acatalepsy ini tidak hanya menghibur, tapi ada pesan moral yang bisa kita pungut. Rekomended banget buat kamu baca.

Kalau kekurangan, sih, saya pribadi kurang suka dengan kovernya. Alasannya? Ya ndak tahu juga. Pokoknya ndak sreg aja. Soal selera saja ini dan tidak terlalu penting untuk dibahas hehhehe.

Oke, demikianlah review buku Acatalepsy-nya Nonny Ranggana.

Oiya untuk lebih mengenal dekat sosok Nonny, emak penulis dengan empat anak yang tinggal di Bogor ini, kamu bisa kepoin FB dan IG dengan nama Nonny Ranggana.


Terima kasih telah membaca.
Malang, 8 Juli 2020

Comments